Kamis, 19 Desember 2019

Pengalaman Magang Bakti BCA

Whats up dude..
Perkenalkan nama gue Satria, sekaligus admin dari blog ini. Memang blog ini udah lama dibuat, tapi selalu diisi artikel yang gak jelas, sampe-sampe udah gue hapusin semuanya -_-. Sekarang setelah gue buka lagi, gue memutuskan untuk berbagi pengalaman aja di blog ini. Syukur-syukur bisa bermanfaat buat orang banyak. Oke langsung to the point, kebetulan gw belum lama ini diterima kerja di sebuah perusahaan perbankan ternama, yaitu Bank Central Asia di bagian Front Liner dalam program Magang Bakti BCA. Nah disini gw akan berbagi seluruh informasi yang gw tau tentang program ini, dan kalau ada informasi yang salah, gw akan sangat berterima kasih jika diberi masukan dan saran atau bahasa mainstreamnya CMIIW/Correct Me If Im Wrong. Gue akan kasih informasi mulai dari penjelasan program ini, pengalaman test masuk, pengalaman training, pengalaman menjalani kerja, sampai enak gak enaknya kerja di program ini. Sudah siap? Oke lets go..

1. Tentang Program Magang Bakti BCA

Kenapa program ini disebut "Magang" karena memang tenaga kerja yang nantinya diterima masih dalam status kontrak dan akan ditempatkan sebagai TELLER atau CSO(Customer Service Officer). Masa kontraknya adalah 1 tahun dan bisa diperpanjang maksimal 2 kali, jadi totalnya adalah 3 tahun. Sebenarnya program ini dibuat untuk para lulusan SMA/Sederajat atau mahasiswa yang mau cari pengalaman kerja, karena rata-rata yang ikut program ini baru lulusan SMA ataupun masih berkuliah. Kalau untuk yang sudah Sarjana beda lagi programnya, yaitu bernama Program Front Liner BCA, dimana peserta yang diterima nanti akan langsung diangkat menjadi karyawan tetap. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau yang sudah sarjana tidak bisa ikut program yang Magang Bakti BCA. Karena ternyata banyak juga peserta Magang Bakti yang sudah sarjana. Entahlah gimana sistem penerimaannya, tapi menurut gw sih kayaknya kalau yang sudah sarajana tapi kualifikasinya belum memadai untuk ikut yang Program Front Liner akan dioper ke Program yang Magang Bakti.
Tapi tenang, bagi yang sudah sarjana namun dipanggilnya untuk test program Magang Bakti jangan berkecil hati, karena peserta Magang Bakti pun bisa tetap mengajukan menjadi karyawan nantinya, yaitu melalui Program KEF/Karyawan Eksternal Frontliner.
Persyaratan untuk ikut program KEF sendiri adalah sudah mengikuti program Magang Bakti minimal 1 tahun dan sudah berkuliah setidaknya sampai semester 6 (bagi yang D3 harus mengajukan surat keterangan lanjut S1). Tapi untuk ikut program KEF pun tidaklah mudah, peserta Magang Bakti akan diberi penilaian oleh atasan setiap tahunnya dan ini juga yang menjadi salah satu penentu apakah peserta direkomendasikan atau tidak, dan tentunya ada test lagi namun tidak jauh berbeda dengan test Magang Bakti, hanya saja saingannya yang lebih berat.
Sebenarnya sih tugas dari peserta Magang dan Karyawan tidak jauh berbeda, hanya status dan gajinya saja yang berbeda(tunjangan,bonus,THR,dll). Namun tentunya untuk yang sudah menjadi Karyawan dituntut untuk bekerja jauh lebih baik dari peserta Magang (kalau tidak yaa dipecat mungkin :D). Oh iya jangan lupa, yang kita bahas disini semuanya adalah untuk bagian Front Liner yaitu Teller atau CSO. Kalau mau merambat ke bagian yang lain tentunya berbeda lagi Programnya. Bisa cek sendiri di http://karir.bca.co.id

2. Seleksi Masuk Magang Bakti BCA
Setelah gw resign dari pekerjaan gw yang sebelumnya, yaitu di PT. Kelola Jasa Artha (KEJAR), gw mulai cari-cari kerjaan lain. PT. Kejar sendiri itu adalah perusahaan Cash Management yang tugasnya ngambilin uang dari bank untuk diproses dan disortir (mirip perusahaan G4S).
Sebenernya untuk daftar program magang bakti itu bisa melalui http://karir.bca.co.id/peluang-karir/magang/. Tapi waktu itu gw daftar melalui Jobstreet, karena gw sering cari kerja disitu. Di Jobstreet sendiri itu lowongannya bukan dari BCA sendiri melainkan dari pihak ketiga yang bekerja sama dengan BCA bernama PT. Family Mitra Ekselen/FAME, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang rekrutmen. Kayaknya sih gk ada bedanya daftar di Jobstreet maupun di web resmi BCA. Karena nanti proses test seleksi biasanya juga selalu melalui PT. FAME. Cuma bedanya kalo yang di jobstreet itu gk selalu ada lowongannya. Setelah gw Apply di lowongan PT. FAME di Jobstreet, gw dapet panggilan untuk psikotes setelah 2 minggu kemudian. Termasuk cepat dibanding pengalaman temen magang bakti gw yang lain, yang rata-rata dipanggil setelah 1-3 bulan bahkan ada yang 6 bulan kemudian. Entah apa pengaruh lama atau tidaknya pemanggilan psikotes.
Gw dapet tempat psikotes di JDC (Jakarta Design Center) daerah Jakarta Pusat. Psikotes gw dilaksanakan setelah 1 minggu dapet panggilan. Panggilan psikotes gw pun hanya melalui email resmi dari PT. FAME, dimana gw harus konfirmasi untuk ikut atau tidaknya. 1 minggu sebelum psikotes dimulai gw benar-benar mempersiapkan diri. Gw baca-baca referensi soal psikotes di internet, dan blog yang membahas tentang pengalaman ikut psikotes magang bakti.
Hingga akhirnya hari yang ditunggu pun tiba. Psikotes di lakukan pada jam 8 pagi, dan gw udah berangkat dari rumah itu jam 6.30, rapih dengan menggunakan kemeja biru, celana bahan dan sepatu pantopel. Gak lupa juga gw bawa fc rapot SMA, alat tulis, pas foto 2x3/4x6, dan CV seperti yang diharuskan. Gw sampai di JDC sekitar pukul 7.15 kemudian langsung absen tanda tangan di kertas, dan suasana gk terlalu rame karena belum banyak peserta yang datang. Masih sempat lah buat gw belajar sedikit, tapi yang ada gw malah main games HP :D (jangan ditiru). Gw dapet urutan ke 165, dan gw liat ada 257 peserta yang terdaftar disana (wow, bakal dateng semua gk ya? pikir gw).
Gk kerasa udah mendekati jam 8 dan saat gw sadar, ternyata suasana mendadak RAME. Banyak peserta yang udah mulai datang. Mereka semua rapih-rapih pakaiannya. Yang cowok rata-rata pakai kemeja, ada yang warna putih, biru, hitam, dll. Hampir semua peserta cowok pakai sepatu pantopel, hanya beberapa saja yang pakai sepatu kets (sangat tidak direkomendasikan). Bagi yang perempuan rata-rata pakai kemeja putih dengan blazer hitam (gk harus), dengan bawahan celana ataupun rok dan sepatu pantopel atau sepatu hak. Gk lama kemudian proses seleksi pun dimulai, yaitu dari tahap pertama yaitu Wawancara 1. Peserta yang sudah datang dipersilahakan masuk ke ruangan test, kemudan di berikan kertas yang berisi formulir singkat data diri dan diharuskan menulis kegiatan sehari-hari. Setelah itu seluruh peserta disuruh keluar ruang test. Nah disini peserta harus menghafal nomor urut mereka, karena pemanggilan giliran wawancara dilakukan secara ACAK dan dengan menggunakan nomor urut.
Gw termasuk dapet giliran yang lama. Sambil nunggu gw ngobrol sama peserta terdekat, sebut saja Oncom. Nah si Oncom ini cukup unik, karena tau banyak tentang program magang bakti ini, dan dia katanya sudah pernah ikut tapi gagal di tahap Psikotes 2. Dari cara bicaranya keliatannya dia orang yang cerdas dan berwawasan luas (dibandingkan gw yang apa atuh). Selain itu dia bilang kalau dia punya banyak kenalan di BCA.
Perbincangan lebih banyak didominasi sama dia, dan ini cukup membuat gw agak down ngobrol sama dia karena wawasan yang dia punya (ini baru 1 peserta aja udah kayak begini, gimana yang lainnya -_-). Sambil ngobrol gw liat beberapa peserta yang dipanggil masuk. Beberapa ada yang tetap stay didalam ruangan test, dan sebagian ada yang keluar dari ruangan test (bisa gw simpulkan kalau mereka gugur). Saat lagi asik ngobrol sama si Oncom tiba-tiba nomor urut dia dipanggil, lagi-lagi gw down karena dia dipanggil duluan padahal gw udah nunggu lama (apa dia lebih unggul daripada gw? pasti iya, pikir gw). Gw pun masih nunggu giliran sambil ngepoin si Oncom keluar ruangan test apa engga. Ternyata sampai nomor urut gw dipanggil dia gk keluar ruangan (akhirnya giliran gw :D). Saat gw masuk ruangan test, gw liat ada beberapa peserta yang duduk di meja ujian, dan salah satunya adalah si Oncom (bisa gw simpulkan kalau mereka peserta yang lolos). Di sebelah ruangan test ada ruangan tempat wawancara, dan gw disuruh masuk kesana. Gw liat ada beberapa peserta yang lagi wawancara (1 peserta menghadap 1 pewawancara). Gw pun duduk di salah satu meja menghadap pewawancara (pewawancaranya cantik dan masih muda uhuy :P). Gw berusaha sebaik mungkin menjaga sikap sopan. "Silahkan duduk," kata si pewawancara. "Terima kasih," jawab gw halus. Proses wawancara 1 ini tergolong cepat menurut gw, karena si pewawancara hanya menyuruh gw memperkenalkan diri, dan bertanya beberapa pertanyaan singkat. Kira-kira begini pertanyaannya, "Mas Satria sudah pernah bekerja sebelumnya?", "Mas Satria kalau ngunyah nasi biasanya berapa kali?", "Kalau di lingkungan kerja, Mas Satria itu orang yang seperti apa sih?" Gw berpikir sejenak buat jawab tuh pertanyaan, dan akhirnya gw jawab sambil grogi, "Saya itu orang yang tidak suka mengecewakan orang yang telah memberikan kepercayaan untuk saya, selain itu, di lingkungan kerja saya adalah orang yang apabila kesal, memilih untuk diam (anjayy, gk juga padahal wkwk)." Gw jawab begitu karena gw pikir kalo di frontliner itu orangnya harus tahan kesel dan sabar. Mendengar jawaban gw itu dia terus kejang-kejang kemudian pingsan, gak lahh, dia ngangguk-ngangguk kemudian ngasih gw kertas formulir lagi yang harus ditempel 'pas foto' (yess bisa gw simpulkan kalo gw lolos ke tahap berikutnya). Gw kemudian dipersilahkan duduk di salah satu meja ujian dan gw liat ada si Oncom juga, tapi sayangnya posisinya jauh dari gw. Dia cuma senyum-senyum aja ngeliat gw lolos juga (tapi bukan senyum genit yaa). Dan ternyata gw duduk disamping peserta yang cantik banget euyy, yang berbalut kerudung hitam, kemeja putih, dan blazer hitam serta rok panjang. Badannya langsing dan postur tubuhnya semampai bak model.
Setelah menunggu semua peserta dapet giliran wawancara, tahap Psikotes 1 pun segera dimulai. Gw kaget saat liat peserta yang tersisa di tahap ini gak sampe setengahnya. Psikotes yang pertama ini adalah jenis Kraeplin/Pauli Tes (yang banyak angka di deret dari atas ke bawah dalam kertas sebesar koran). Sebelum mulai, instruktur memberikan instruksi terlebih dahulu ke para peserta. Gak sulit sih instruksinya, pokoknya kita harus jumlahin tiap 2 deret angka yang tersusun dengan hasil hanya 1 angka (misal angka 7+6 = harusnya kan 13 tpi cuma ditulis 3). Peserta harus menjumlahkan secepat dan sebanyak mungkin dan saat instruktur teriak "Garis" maka kita harus berhenti sebentar (katanya sih harus) dan beri garis di angka terakhir kita hitung, kemudian lanjut lagi. Sebenernya tes ini gak terlalu susah, kita hanya harus fokus dan konsisten dalam menghitung angka. Tujuan instruktur menyuruh beri garis itu menurut gw adalah melihat seberapa banyak kita berhasil menghitung dalam waktu tertentu. Kalo gw sih jujur pas instruktur bilang "Garis" gw gak langsung berhenti dan kasih garis. Gw lihat dulu berapa banyak angka yang udah gw hitung sebelumnya, kalo udah lebih banyak dari sebelumnya baru gw kasih garis (agak curang sih memang wkwk) karena gw tau kalo angka yang kita hitung lebih banyak dari garis sebelumnya maka akan membentuk grafik naik dan ini akan bagus dalam penilaian psikotes ini. Tips gw di psikotes ini jangan terlalu ngebut menghitung di awal, tapi di akhir (main late game lah :D).
Gak kerasa waktu mengerjakan psikotes ini pun habis. Dan peserta di wajibkan mengumpulan kertas psikotes sesegera mungkin. Kemudian instruktur mengumumkan bahwa psikotes 2 akan langsung dilanjutkan (waw kepala masih ngebul ini). Tes yang berikutnya ini adalah psikotes umum sebanyak 60 soal yag terdiri dari antonim/sinomim, deret artimatika, matematika dasar (dasar ya, emang dasar matematika!), dan soal logika (mencocokan gambar dsb). Di ujian kali ini peserta diwajibkan menggunakan pensil karna lembar jawaban akan di hitam bulatkan (seperti UN). Sebelum ujian dimulai cewek cantik yang disebelah gw tadi (sebut aja Mawar) clingak-clinguk entah kenapa. Terus si Mawar ini tiba-tiba ngeliatin gw sambil bilang "Kak, punya pensil dua gak? Aku gak bawa pensil nih," Dan gw pun jawab "Ada kok dek cantik, mau pensil 2B, 3B, apa 4B?" namun kenyataannya gw cuma jawab "Nih," sambil ngasih pensil yang untungnya masih lebih panjang dikit dari kelingking gw.


Kertas psikotes di kumpulkan dan seluruh peserta di persilahkan keluar ruangan untuk makan siang dan menunggu hasil. Gw pun gather lagi sama si Oncom dan memutuskan untuk makan siang dulu dikantin. 

(Lanjut berikutnya part 2 ya) 

Minggu, 24 April 2016

Ayo Coba Tes Psikologi Kepribadian



Tes psikologi dibawah ini tidak masuk dalam daftar test psikologi pada umumnya. Tapi 10 pertanyaan ini kemungkinan bisa menunjukkan kepribadian kita seperti apa. Jujur setelah gue menjawab 10 pertanyaan ini, hampir 80% jawabannya mewakili diri gue